Rabu, 28 Maret 2012

Di rumah sakit

   Sesampai di rumah sakit agus bingung disaat semua staff rumah sakit menanyakan padanya, siapa penanggung jawab semua ini?, sejenak agus berpikir dan bertanya-tanya pada hatinya apakah ini jalan yg diberikan Tuhan untuk merubah hidup ku? dan agus langsung mengatakan kepada staff rumah sakit tersebut bahwa dia sebagai penanggung jawab pria yang sedang dirawat oleh rumah sakit tersebut, disaat pria yang terluka itu agus menunggu di luar keadaan mulai sepih tiada orang sama sekali selain dokter dan perawat rumah sakit tersebut yang berlewatan di depan matanya hanya sendiri dan sendiri menatap ke lantai berpikir melamun dan bertanya-tanya.
     jam sudah menunjukan pukul 00:00 W.I.B tiba-tiba datang lah seorang perawat rumah sakit tersebut menemuinya yang mengatakan bahwa pria tersebut sudah sadar dan perawat itu mengatakan kepada agus bahwa pria tersebut menanyakan siapa kah yang membawah dia kerumah sakit. Agus pun menemui pria tersebut ke tempat perawatan, puji Tuhan kamu bisa selamat bagai mana keadaanmu ? apakah sudah lumayan?, oh anda yang menghantarkan saya ke rumah sakit ini. saya berterima kasih sekali kepada anda karena telah menyelamat kan jiwa saya, ah tidak usah dipikirkan semua itu sudah di atur oleh Nya jangan anda berterima kasih kepada saya berterima kasih lah kepada yang maha kuasa, saya sebagai makluk ciptaaNya hanya sebagai tangan Nya yang dikirimNya untuk menyelamatkan jiwa anda, baik lah apakah anda bisa mengantarkan saya pulang? saya tidak betah disini. baiklah tapi sebelumnya saya mohon maaf biaya perawatan anda bagaimana? saya tidak punya uang yang cukup untuk membantu anda keluar dari sini, apakah ada keluarga anda yang bisa dihubungi?, baiklah coba kamu hubungi nomor telepon ini, beberapa saat agus mencoba untuk menghubungi nomor telepon yang diberikan oleh pria yang di selamatkanya itu tapi tidak sekalipun ada jawaban dari nomor tersebut, kenapa tidak ada yang mengangkat? apakah mungkin sudah tidur? mungkin saja karena ini sudah larut malam. 


**BERSAMBUNG**

Kamis, 22 Maret 2012

Part II Tersenyum dimasa tua

Tidak!!! bukan kah lebih baik di gereja? merenung memikirkan semua masalah lalu berdoa dan memohon ampun kepada tuhan? aku muak dengan semua ini penyesalan ini apakah tiada ujungnya?, bersabar lah hal itu akan membuat mu lebih tenang  dan membuat mu untuk terus berpikir hal-hal yang positif. tapi sampai kapan semua ini berakhir? sampai disaat aku sudah terdiam di balik sebuah papan yang menutupi seluruh tubu ku? sampai disaat tanah sudah menyapu dan menyambut tubuh ku untuk bersatu denganya? sampai kapan!!!, kau harus bersabar saudaraku sebaik nya kau pulang dan temui ibu mu mungkin ibu mu bisa menenangkan semua yang ada di dalam benak mu, okeh, mudah-mudahan apa yang kau ucap kan itu bisa berarti buat ku.
pria itu pun berdiri dan berkata pada seorang pria yang ditemuinya di tempat dia merenungi semua hal itu, sambil berkata selamat malam dan sampai jumpa lagi terima kasih atas semua saran yang telah kau berikan kepadaku, namaku agus bolehkah ku tahu siapa kah nama anda?, oh tentu saja nama ku gustama salam kenal kembali dan sampai jumpa kembali.  agus bergegas pergi pulang dan gustama juga bergegas ntah pergi kemana menghilang seketika ketika agus hendak melihatnya ke belakang kembali, agus pun menjadi heran dan bertanya-tanya kembali dalam benaknya. siapa kah pria tersebut? kenapa dia tiba-tiba menghilang tanpa sepengtahuan ku, dan tiba-tiba mengapa bulu kuduk ku naik? oh Tuhan ada apa dengan diriku sehingga pikiran ku kacau seperti saat ini tuhan, sambil berjalan menujuh ke rumah nya agus selalu menanyakan dalam benaknya siapa kah pria itu dan kenapa dia menemui nya di tempat dirinya merenungkan masalah, tiba-tiba di jalan dia menemukan seoang pria yang sedang terkapar di pinggir jalan meminta tolong, lelaki itu berteriak TOLONG! TOLONG!, agus pun mendekati pria tersebut dan ternyata pria itu sedang terluka. pria itu tertusuk di bagian perut, agus pun mulai bingung dan khawatir apa yang harus dlakukanya untuk menyelamatkan nyawah seseorang,dikarenakan pikiranya kacau dia langsung menggendong seorang pria tersebut dan dia mengimbaukan kepada pria tersebut untuk harus terus berdoa kepada Tuhan agar dia bisa bertahan sampai agus telah menghantarkan pria tersebut ke rumah sakit terdekat.

Bersambung.....

Rabu, 21 Maret 2012

Tersenyum Dimasa tua...


Hari itu dia berkata, masihkah Tuhan menerima maafku?, aku tlah banyak berbuat dosa jujur, malam ini aku menangis merenungi semua dosa-dosa ku yang telah ku perbuat selama ini dalam hidupku, yang dahulu tak kupikirkan, tidak kubahyangkan, tak sedikit pun ada dibenaku, tapi kenapa? kenapa kenapa! malam ini aku tiba-tiba menangis dan merintih menyesali semua perbuatan ku di waktu dahulu, kenapa TUHAN? Apakah sudah saatnya diriku ingin kau panggil?, apakah sudah saatnya diriku untuk bertobat? Aku masih mudah dan masih belum berkeluarga, tapi kenapa hari ini aku sangat-sangat menyesali semua perbuatan yang telah ku lakukan, TUHAN apakah kau mau menghampuni dosa ku? apakah kau mau menerima ibadaku?, disini aku sujud berdoa Tuhan, merenungi hidiup ku, kesalahan ku dimasa lalu. datang lah seseorang menemui seorang lelaki yang duduk menyepih di pinggiran gereja itu, lalu dia menanyakan, kenapa dengan anda?, apakah ada masalah yang berat yang sedang anda hadapi?, apapun hal itu, mudah-mudahan tuhan memberkati dan member ikan jalan kepada anda untuk menyelesaikan masalah tersebut, selalu berdoa dan berdoa ingat, doa mu adalah kunci kehidupan mu. anda siapa?, apa anda tidak tau apa yang sedang saya rasakan? Lebih baik anda pergi dan menjauh dari saya!, bukan seperti itu saudara ku seiman seharusnya jika dirimu ada masalah cerita lah kepada orang terdekat jangan kamu renungkan dan renungkan itu malah membuat rumit masalahmu, lebih baik kau sekarang ceritakan kepada siapa pun itu yang kamu percayai untuk mendengar curhatanmu. Baik lah kalau begitu aku meminta kepada mu untuk mendengar kan semua yang kurasakan sekarang. Saat ini diriku penuh dengan penyesalan hal itu tiba-tiba terjadi, tanpa aku ketahui tanpa aku rasakan disaat aku ingin pergi pulang dari tempat aku nongkron dengan teman-teman ku tiba-tiba aku terpikir, sampai kapan hidup ku akan seperti ini melawan orang tua ku, jauh dari tuhan berbuat hal-hal buruk dan hanya itu yang ada dibenak ku. Aku bingung kenapa hal itu terjadi pada ku tiba-tiba, apa mungkin sudah hampir datang waktu nya Tuhan memanggilku?, tidak boleh ngomong begitu, dipotong seseorang yang ada di dekat lelaki yang sedang menyendiri di pinggiran gereja itu. Sudah lah mungkin itu teguran tuhan untuk mu kedepanya, tidak usah kamu pikirkan semua hal yang kau lakukan bukan lah hal jahat bukti nya dirimu menyesali perbuatan mu dari situ kita bias lihat bahwa dirimu ada lah seseorang yang baik, sudah pulang lah hari udah larut malam besok di pagi hari minta maaf kepada kedua orang tua mu, beribada lah renugkan doa kan dan ungkap kan semua beban yang ada di dalam pikiran mu di hadapan Tuhan. 

Bersambung….

Kamis, 01 Maret 2012

Ciri-Ciri Orang Yang Mempunyai Bakat Miskin

Yuk disimak, siapa tau dari beberapa hal yang dijabarkan dibawah ini ada pada diri kalian. Jika ciri-ciri berikut ini ada pada kamu, sebaiknya segera hilangkan karena kita akan terperangkap di dalamnya untuk waktu yang lama dan kita tidak akan bergerak maju.

1. Begitu dapet gaji, yang ada di pikirannya adalah gue mau beli apa aja ya? Kan masih tanggal muda nih…
2. Bingung, kok uang di kantong masih banyak ya?
3. Meng-inventaris temen-temen yang menjadi tempat ngutang.
4. Tidak rela menunda kesenangan, jadi tidak akan terasa telah menghabiskan uang sendiri secara berlebihan.
5. Bergembiranya hanya seminggu setelah gajian.
6. Rela beli barang-barang yang mahal padahal nggak terlalu penting.
7. Sudah jelas sumber uang masuk cuma satu yaitu gaji, ehhh… Uang keluar dari 20 saluran.
8. Bertemannya dengan orang-orang yang gak punya semangat hidup, minim motivasi, gairah sukses nol besar.
9. Tidak menghargai jerih payahnya sendiri yang sudah capek kerja sebulan.

Ini adalah beberapa ciri saja menurut pendapat kebanyakan orang dan saya pribadi mengatakan, "wah benar juga nih". Jadi kita sama sama koreksi diri aja yuk… Jangan sampe kedepannya kita ga punya uang untuk bertahan hidup (semakin hari, semakin uang sangat diperlukan).